lama tak bertutur, lama tak ada kabar…… hemmm awalnya biasa saja, tapi semakin lama semakin menyiksa. pikiran-pikiran aneh terus menghantui, entah mengapa mereka seperti nightmare yang tak mau pergi. untuk sejenak meniti hari tanpa kehadiranmu di sisi memang sekilas tampak seperti merugi, tapa apadaya? kau bahkan enggan tuk sekedar bersua….
“kenapa tak kau relakan saja dia?” suara itu mengacaukan lamunanku.
“nggak, aku yang pertama mengenalnya, jadi aku yang berhak atas dirinya”. suara yang lain juga membuatku bingung. Lanjut membaca




