Posted in pelangi senja, Untukmu

Pagi Itu…..

Pagi itu saat burung-burung masih belum mengepakkan sayapnya, saat mentari belum menyapa dunia, dan saat aku masih di atas kasurku berselimutkan kabut pagi yang sejuk itu, ponsel ku berdering, hmmm dari nomor asing, batinku.

“Hallo”. Aku meraih ponselku yang sedari tadi berteriak dengan rasa malas karna tentu saja aku belum sepenuhnya bisa membuka mata ku.

“Hallo, Ilmii?”. Suara di seberang terdengar entah ragu atau takut aku juga tak tau.

“Iya, maaf ini dengan siapa?”

“Ini aku, apa kabar?”. Lanjutnya dengan lancangnya dia tak menjawab pertanyaanku dan malah mengajukan pertanyaan yang membuat kantukku mendadak hilang begitu saja.

Aku? Apa kabar? Rasa penasaranku meminta kepuasan untuk segera mengetahui siapa orang yang menanyakan kabar tanpa memberi tahu identitasnya itu.

“Maaf kalo tidak salah ingat, temanku belum pernah ada yang namanya aku” aku mulai tak sabar.

“Iya, ini aku”. Lanjutnya yang seperti dengan sengaja mengulur-ngulur untuk menjawab pertanyaanku tadi.

“Hmmm, oke begini saja, aku gak kenal kamu, jadi langsung to the point aja deh ada perlu apa?”

“Aku kangen kamu”. Deg… pelan tapi menusuk, tiga kata yang cukup membuat mulutku terkunci meski hanya sekedar untuk bilang “maksudnya?”

“Hmm??” hanya kata itu yang sanggup aku luncurkan kala itu, tak sanggup.

“Yah, aku kangen kamu”. Ulangnya. Dasar tidak sopan membiarkanku dengan rasa penasaranku. Tapi suara itu… yah aku mulai sadar dengan siapa pemilik suara itu, suara yang selama ini aku rindukan, suara yang biasanya hanya aku dengar saat aku menelponya menggunakan private number sekedar demi mendengar suara itu. Yah, tak salah lagi itu suaranya, tapi aku mencoba menepis semua harapan itu, harapan dia dengan sukarela menelpon ku dan mengatakan kata-kata itu setelah kejadian 2 tahun lalu, saat dia melangkah pergi tanpa memberi aku kesempatan untuk mencegahnya. Memanggil kembali memori usang yang telah lama terpendam layaknya suatu program yang sedang memanggil induk programnya. 2 tahun, yah 2 tahun sudah aku tak pernah mendengar kabarnya, 2 tahun sudah aku menahan hasrat untuk mengetahui semua hal tentangnya.

Tidak-tidak, gak mungkin Bimbim yang menelpon.

“Iyah, terimakasih, tapi mungkin kamu salah orang” lanjutku.

“Tidak, aku tak mungkin salah orang, aku tau ini Ilmii bukan?”

“Ok, jadi siapa kamu?”

“Aku Bimbim”. Deg…. Untuk kedua kalinya aku seperti tertusuk, tak sanggup berkata apapun campuran rasa kaget, bingung, senang bercampur jadi satu layaknya adonan yang sudah siap untuk di olah, tercampur, rata.

“ Oh, iya bim”. Damn…. Aku merutuk diriku sendiri yang selalu tak bisa apa-apa bahkan saat hanya sedang berbicara lewat ponsel.

“Hmm? Gitu aja?”. Lanjutnya bingung dengan sikapku yang hanya menanggapi dengan kata “iya” itu.

“Emang aku harus gimana?” balasku berusaha menyembunyikan rasa “tak karuan”ku agar tak terdengar olehnya.

“ Yaudah deh aku Cuma mau bilang itu”. Tit. Telfon terputus, dia menutup telfonnya tanpa memberiku kesempatan (lagi seperti dulu) untuk bilang kalau aku juga sangat dan sangat rindu padanya, bahkan sejak awal dia pergi waktu itu.

Aku rindu, rinduuuu sekali padanya, perasaan yang selama 2 tahun ini aku tahan akhirnya tumpah menjadi bulir-bulir air yang mengalir di pipiku. Ingin rasanya aku menghambur seperti hamburan cahaya Compton dengan kecepatan cahaya ke arahnya dan memeluknya erat, tapi itu tak mungkin karna aku dan dia sudah punya dunia sendiri-sendiri, dia dengan dunianya, dunia yang tanpa ada aku di dalamnya. Sedih, hanya itu perasaan yang sanggup aku deskripsikan dengan kata-kata, dan lainnya…. Entahlah.

Dia datang dan pergi tanpa permisi, tanpa mau tau kondisi hati. Dia yang dengan seenaknya keluar masuk dalam hidupku, dan anehnya aku tak pernah sanggup untuk protes akan hal itu, bahkan untuk bilang tidak saat dia kembali sekedar singgah di hati yang telah penuh sesak dengan dirinya dan segala tentangnya ini.

Hmm… pagi yang menyisakan sejuta misteri.

Penulis:

sooner or later it's over

31 thoughts on “Pagi Itu…..

    1. bukan hanya nyanyi aja , , tp banyak instrumen yang musti dipelajari >.< . . .
      ada fisikanya juga .

      mmm tar tak ingat ingat dulu , , o iya itu frekuensi yang dipakai di musik , , amplitudo . . resonansi . . akustik . . .

    1. .
      bukan hanya nyanyi aja , , tp banyak instrumen yang musti dipelajari >.< . . .
      ada fisikanya juga .

      mmm tar tak ingat ingat dulu , , o iya itu frekuensi yang dipakai di musik , , amplitudo . . resonansi . . akustik . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s