Posted in Awan biru, Duniaku

Apa itu “SAHABAT”……….?

                                 Masalah persahabatan merupakan hal yang beberapa tahun terakhir ini memang kujadikan nomor urut paling buntut dalam daftar hidupku.  Aku tak siap jika hatiku sakit lagi gara-gara punya sahabat yang terlalu dekat dan ternyata semuanya tak berjalan sesuai yang kuduga. Pernah gak aku bercerita tentang dua tahun lalu? Ah tak penting aku pernah bercerita atau nggak, dua tahun lalu saat aku mempunyai sahabat dekat, bahkan sangat dekat, sampai apa saja yang buku harian ku tak tau dia tau, termasuk tentang orang yang aku sukai dan waktu itu sedang dekat denganku. Sekali lagi dia (pernah menjadi) sahabatku, dan aku mengenalkan orang itu kepadanya, bercerita apasaja tentang orang itu kepada sahabatku, meminta pendapat, dan bahkan saat orang itu menyatakan cintanya padaku aku beralasan meminta waktu dulu untuk menjawabnya (karna ku pikir sahabatku harus tau tentang ini), tak lama kemudian belum sempat aku menjawabnya, orang itu sudah tak ada kabar lagi, mungkin dia sibuk pikirku, sahabatku juga sudah tak pernah menanyakan tentang orang itu, aneh? Nggak, waktu itu aku tak pernah berpikiran kedua hal itu ada hubungannya.                                     Setelah lama orang itu tak ada kabar, aku mulai resah dan seperti biasa aku akan cerita pada sahabatku, dan tak biasanya sahabatku hanya tersenyum menanggapi keluh ku waktu itu. Itu aneh pikirku, tak mungkin dia menghilang begitu saja tanpa sempat menagih jawaban kepadaku kalau nggak ada sesuatu. Sampai akhirnya aku tau ternyata orang itu sudah jadian dengan sahabatku, dan aku orang pertama di dunia ini yang tanpa sengaja mengetahuinya (sungguh dramatis bukan?) dan apa yang bisa aku lakukan ketika mendengar cowo idamanku menyatakan cintanya pada sahabatku? Pada orang yang aku percayakan memegang semua rahasiaku? Tidak ada. Dunia seolah berputar-putar saat itu, mataku sudah mulai berair dan membentuk danau, berlebihan? Memang, Tapi itulah yang aku rasakan saat itu. (pertama).

                                     Sejak saat itu aku sudah (mulai) mati rasa sama yang namanya sahabat. Sampai pada akhirnya aku menemukan sahabat lagi (pikirku) di tempat baruku, yah kampusku. Saat itu aku masih dalam masa-masa pemaba (red_ospec) opiniku tentang buruknya sahabat mulai luntur (tapi tak sepenuhnya hilang), aku senang, aku bahagia saat itu kembali menemukan sahabat. Tapi ternyata itu tak bertahan lama, aku mulai merasa aku dimanfaatkan saja dan mengembalikan opiniku yang agak luntur itu bahkan menjadi sangat teramat jelas. Sempat aku berfikir mungkin aku yang bermasalah dengan persahabatan, dan aku berharap itulah yang terjadi karna kalau gak aku akan dendam pada mereka-mereka yang pernah dengan lantang mendeklarasikan aku sebagai sahabatnya kemudian pergi begitu saja setelah mereka pikir aku tak ada gunanya. Yah aku pendendam, dan aku berusaha menghindari perasaan mendendam itu dengan mencoba melempar kesalahan pada diriku sendiri, karna aku tak tau apa yang bisa aku lakukan jika mendendam. Melabrak? Menjambak?, atau bahkan membunuhnya? Siapa tau…. Dan sejak saat itu aku menarik diri dari yang namanya persahabatan, aku lebih suka sendiri, aku bebas melakukan apapun yang aku suka (kedua).

                                  Saat ini aku sedang dekat dengan seseorang, anggap saja (semi sahabat), dia teman kosku. kami  sering bersama-sama, aku bercerita ini itu padanya, tapi aku tetep pada pendirianku aku harus menjaga jarak dengan apa yang di sebut “sahabat” itu, dan entah kenapa aku mulai berpikir dia sama saja seperti mantan sahabat-sahabatku yang dulu, dia hanya ada saat senang dan tak mau tau saat aku sedih. Dan itu membuatku bertambah yakin dengan kesimpulanku bahwa “sahabat itu TIDAK ADA” (ketiga).

                                     Aku tak mengerti apa selama beberapa saat itu keberadaanku tak membekas sedikitpun di hati mereka? Apakah semua tawa bersamaku dulu terjadi hanya karna aku kebetulan ada disekitar mereka?. Dan hati kecilku mulai menyimpulkan, mungkin, sejak awal yang mereka butuhkan  adalah sekedar partner saja, bukan seorang sahabat. Jika dugaanku benar, berarti semua ketulusanku memang tak menyisakan bekas, dan berarti juga aku tak cukup asyik untuk di jadikan seorang sahabat, aku tidak mengesankan. Dan aku lebih memilih hidupku sekarang, aku sendiri, memang, tapi aku bahagia, aku tak perlu lagi sakit hati, aku tak perlu lagi memikirkan apa itu sahabat. Mungkin aku memang di takdirkan untuk begini. Sedih? Nggak, aku lebih memilih berkeluh kesah pada ikan-ikan di danau, tanpa harus memikirkan ini itu setelahnya. Kesepian? Terkadang, aku tak punya pacar, karna sejak kejadian dua tahun lalu entah kenapa aku seperti menjaga jarak pada orang yang mendekatiku. Aku tak bermaksud menyinggung siapa-siapa dengan tulisanku ini, aku hanya mengungkapkan apa yang aku rasakan dan apa yang aku pikirkan tentang yang namanya “SAHABAT”

Penulis:

sooner or later it's over

11 thoughts on “Apa itu “SAHABAT”……….?

  1. uh critanya mengharukan… Tapi menurutku sahabat itu tetap ada.,. Dia slalu ada saat aku membutuhkannya, begitu juga sebaliknya, jika dia butuh aku akan coba untuk berada disisinya…

    Ninggalin jejak y..
    Mycoretanz.wp.com
    salam kenal🙂

  2. ilmi, sahabat itu ada. teman dekat jg ada. hny saja, sahabat sejati, teman sejati, cinta sejati, itu yg gak ada. knapa ilmi bs tersakiti bgitu dalam? krn (mungkin) ilmi berharap trlalu banyak shg ktika dkecewakan, hancurlah smuanya. knapa aku bs ngomong gini? krn stiap yg kita rasakan pasti udah pernah dirasakan olh org lainnya jg🙂
    gak ada salahnya pny teman dekat, tp jgn naruh smua telur dlm satu keranjang ya, entar kl jatuh jd pecah smua😉
    #sekedar pendapat, mudah2an gak ke-detect spam deh saking panjangnya komenku😀

    1. hehe iya sih sep, itu emang karakter bawaan yang paling aku benci “ketergantungan sama orang yg sudah aku anggap deket”, aku sadar, dan aku uda berkali-kali menghindari itu tapi nggak belum bisa😦, maka dari itu aku mencoba menghindar sebelum aku deket, dan merasa tergantung. menyedihkan ya?😦

  3. saya rasa itu bukan. … sahabat… tapi teman… tak. ada yg. ..namanya mantan sahabat….sebenarnya hanya anda merasa bahwa dia sahabat anda… padhal hanya teman… teman biasa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s