Posted in Awan biru, Duniaku, pelangi senja

Hanya Ingin Menangis, Titik…

pagi itu dengan tergesa-gesa aku berjalan menyusuri trotoar, aku telat bangun, telat untuk berangkat ke kampus lebih awal.

“haduh kenapa bisa telat bangun sih? padahal kan uda nyalain alarm..” batinku merutuk

Hari ini dengan kondisi mata panda yang lebih parah dari sebelumnya, aku berangkat lebih awal ke kampus dengn tujuan mau belajar bareng temen-temen sebelum ujian mulai, yah…. fisika matematika dan fisika kuantum yang masing-masing berbobot 4 sks akan menjadi ujian penutup semester ini. perasaan tak menentu menemani langkahku, pikiranku kacau… entah mengapa pikiran tak terkontrol di tambah dengan persiapanku yang tak begitu matang karna bingung harus memprioritaskan yang mana, dan akhirnya tibalah saat ujian padahal aku masih belum begitu yakin dengan apa yang sudah aku pelajari

ternyata aku tak begitu puas dengan apa yang sudah aku kerjakan di fisika matematika tadi, sedih? jangan di tanya…… tapi aku tak mau merenungi nasib, karna aku masih harus fokus dengan fisika kuantumku 2 jam kemudian, aku lebih yakin dengan ini. karna aku lebih banyak menghabiskan waktu tidurku untuk mengencanninya.

sampai akhirnya ujian fisika kuantum sebagai penutup ujianku hari ini pun berlangsung, aku mencoba tenang meski dalam hati sudah seperti bernyanyi, mengalunkan lagu yang aku sendiri tak tau apa. menggelegar layaknya bom para teroris yang sanggup merenggut banyak jiwa dengan jarak sekian radius. aku menegerjakannya dengan sangat riang karna sejak di awal aku melihat soal yang harus aku lahap itu aku merasa bisa, sangat bisa…. tapi itu tak bertahan lama saat sepersekian detik kemudian tiba-tiba saja berhenti bekerja, aku tau hal ini akan terjadi tapi aku tak menyangka akan secepat ini, tiba-tba saja apa yang ada di pikiran ku dan harus aku tuangkan ke atas kertas jawaban itu lenyap begitu saja, tanpa menyiskan sedikit untuk meneruskan tulisan ku. sungguh menyedihkan, saat otakku sudah mulai mencapai titik jenuh terenda dan aku tak bisa melakukan apa-apa untuk melaanjutkan tugasku selain menangis, bukan … hanya ingin menangis. sampai akhirnya bel pertanda waktu menegerjakan habis pun lembar keddua folio yang baru aku ambil hanya terisi ssetengahnya. arrrghhhh…. perasaanku semakin tak kuruan rasa bersalah, marah, sedih semua tercampur begitu rata layaknya adonan.

dan akhirnya aku menangis, ternyata aku tak sekuat yang aku duga, aku rapuh, aku cengeng,……. aku tak bisa membendung bulir-bulir airmata yang memaaksa keluar dari mataku, mengalir lembut di pipiku…. Tuhan,Β aku tak meminta kepadamu untuk memberiku segala yang ku inginkan, aku hanya memohon agar aku tak menangis kalau ternyata aku tak mendapatkan apa yg aku inginkan😦,,

semoga, semua baik-baik saja

Penulis:

sooner or later it's over

11 thoughts on “Hanya Ingin Menangis, Titik…

  1. Tenang, Ilmi akan baik2 aja.😦

    Dan, hey, wajar kalo kita ini sering menangis. Menangis bukan pertanda lemah, tapi tanda bahwa dirimu berhati lembut.😳

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s