Posted in Awan biru, Duniaku, Untukmu

Tersembunyi Dibalik Lemari Hati

Hari pertama ospek emang menguras tenaga jiwa dan raga, yah ini adalah hari pertama aku dinyatakan sebagai mahasiswi, hari pertama aku berangkat belajar tanpa mengenakan seragam abu-abu lagi, dan hari pertama dimana aku kenal………………KAMU.

Saat itu ISHOMA (istirahat & sholat) dari acara yang bakal aku jalani selama kurang lebih 2-3 bulan kedepan, yup ospek. Tiba-tiba saja hapeku berteriak berbunyi, dan…………… tara…………… serangkaian puisi indah sudah muncul di layar ponsel ku.

Dalam Waktu yang tak terhingga…

Kucoba untuk menunggu Akan sebuah cerita yang terbaik….

Walau ku tak tegar menghadapinya Tapi ku yakin inilah sebagian dari rahasia-Nya yang begitu indah,,,

 Untaian bait-bait kata yang ku nanti Angan nan jiwa yang kan di isi Kerinduan yang bercampur keinginan tak bertepi….

 Genangan hasrat tuk memiliki walau tak sepenuhnya..

 Nampakkanlah wahai bidadariku Engkau akan memberiku suatu arti dalam hidup ini,,,..

 met pagi putri……

Terheran aku membacanya, “salah kirim ni orang kali ya”………….

*Maaf, salah kirim ya? Aku bukan putri……….. Sent.

*Ini ilmi kan?

*Iya, ini siapa?

*Kenalin aku salah satu dari sekian pemujamu…

*aku gak kenal kamu, maaf …. Kebingungan jelas di wajahku sekarang.

*tapi aku kenal kamu.

*jadi??………

*jadi aku suka kamu….boleh aku telfon sekarang? Ini penting.

*maaf aku sibuk………dan aku tau itu adalah hal terbodoh yang pernah aku lakukan Karna malamnya aku sukses termenung dalam penyesalan saat aku tau ternyata dia, dia………… aaggghhhrrrrrrgghhh, dia cowok yang aku suka. Ingin rasanya aku mengulang kejadian itu, seperti saat aku mendapat nilai jelek di sekolah dulu, tapi………….. semua itu tak mungkin. Aku terlalu jaim untuk mengakui itu.

Semakin hari semakin tak karuan saja perasaan ini. Perasaan ku yang dulunya kosong, kini mulai terisi dengan apa saja tentang dia, ya hanya tentang dia, sekali lagi hanya tentang dia. Aku sering Tanya ini itu tentang dia pada temanku yang satu kampus dengan dia, yah karna sekali lagi nasib tak mempertemukan aku dengannya, aku di sini dan dia di terima di salah satu universitas di kota lain. Aku sering sms ke no.nya dengan memakai no. baru buat sekedar tau, sedang apa dia sekarang, sedang dimana, sampai mata kuliah apa yang akan dia hadapi. Terkadang aku tau dari temanku dia sedang memikirkanku, tapi tak berani lagi mendekatiku.

Pernah aku berniat menulis sepucuk surat untuknya yang berisi tentang semua persaanku padanya, tapi……… emm aku gak tau alamat kostnya jadi aku urungkan niat itu. Aku tak berani jujur padanya tentang perasaanku meski aku tau dia juga menyimpan rasa yang sama padaku ya rasa strowberi cinta, yang masih tersembunyi dengan rapi dalam lemari hati.

Aku mencoba memiskol no.nya pada suatu malam dengan memakai private number, ada yang bilang orang yang jatuh cinta secara diam-diam itu harus mendengar suara kekasih pujaannya sebelum dia bisa tidur dengan nyenyak.

Hallo……..

Tut tut tut,,,,,,,,,,,,,, oh may God denger suaranya aja aku seperti melayang.

Uda 2,5 tahun berlalu dari pertama aku kenal dia, tanpa pernah mengungkapakan perasaanku padanya. Sekarang aku semester 6, kabar dia juga udah jarang aku denger, aku juga udah jarang sms dia dengan no.baru, aku juga udah jarang miskol dia pake private number, tapi aku masih tetap melihat dia dari facebook, dan memang inilah pekerjaanku saat membuka facebook, selalu download foto terbarunya, dan menyimpannya di laptop ku, sampai suatu kali aku tau ternyata dia sudah punya pacar baru. Sakit hati? Sudah pasti tapi apa mau dikata? Toh aku juga tak pernah mempunyai keberanian untuk sekedar mengungkapkan isi hatiku padanya.

Aku pernah berusaha buat suka sama orang lain, dengan harapan bisa lupain dia. Tapi apa hasilnya? Aku selalu membayangkan orang lain itu dia. Aaarrrrhhhggggg…………………

Sampe saat ini, saat aku menuliskan ini, aku masih tetap dan terus memantaunya meski aku sudah tak menghubunginya. Dia adalah cinta pertamaku, aku menyesal kenapa aku bodoh tak menghiraukan perasaanya dulu, duluuuuuuuu sekali. Sekarang aku hanya bisa berharap, berharap dia bakal mengirim sms yang sama seperti yang dia kirim dulu, andai saja dulu aku…….. arggghhhhh penyesalan memang selalu datang di belakang, saat semua sudah tak bisa di ulang, karna aku tau dia sudah tak menyimpanku di lemari hatinya lagi.

 

 

Penulis:

sooner or later it's over

43 thoughts on “Tersembunyi Dibalik Lemari Hati

  1. Salam Senyuum. . . ^_*

    kunjungan balik ni mba ilmiii. . .🙂
    bolehkah saya bantau untuk memantau dan menjadi mata-mata?😀

    mengabarkan kalau link Untukmu dan Aku juga sudah menjadi sahabat idah.
    bisa di cek di idahceris.wordpress.com.
    ditunggu backlinknya mbaa. . . 🙄

  2. Ceritanya menarik, Ilmii… 2,5 tahun sudah cukup menyakitkan, ya? Bandingkan dengan saya yang sudah hampir 8 tahun mendam. Kalau mendam-mendam itu rasanya sama, lho…
    Dan sakitnya juga sama kalau ternyata yang diharapkan itu sudah jadian sama orang lain. Tapi, bersyukur saja karena baru jadian, belum nikahan.🙂

      1. Kalau tanya saya ngapain aja, ya bisa lihat sekarang saya ngapain, blogging, cari kesibukan, penuhi hobi, kadang-kadang belajar, menghapal, dan sebagainya. Bedanya kita mungkin adalah karena saya memang berprinsip tidak akan pacaran, makanya memendam itu satu-satunya cara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s