Posted in Awan biru, Duniaku, pelangi senja

Persimpangan Jalan

Kemaren adalah hari kedua kuliah perdana di semester 6, memulai semangat baru, pasti. Dan tibalah pula saya mendapat mata kuliah metpen (metodologi penelitian), awalnya aku rasa biasa saja dengan mata kuliah yang di awali dengan kontrak kuliah ini, tapi saat bu Retna (dosen mata kuliah ini) mulai berbicara ke arah yang memang sangat aku bingungin selama ini, ya beliau bertanya “hendak mengambil bidang minat apa kalian?”, aku sadar dari sekian banyak mahasiswa mungkin ada beberapa yang masih berada di daerah abu-abu (red_ragu) termasuk aku😦 menyedihkan sekali saat menyadari diri ini yang tak berdaya menghadapinya,, haduh maaf kok malah berpuisi ya?? Hehehe….. aku bingung sekali, dari sekian banyak bidang minat yang ada di jurusan fisika (instrumentasi, komputasi, biofisika, optic, material, teory) aku nggak punya kenunggulan yang bisa di buat alas an kenapa aku harus memilih salah satu dari mereka. Aku sudah memikirkan itu dari sejak aku masuk kuliah, menginjak semester satu, dua, tiga, empat, lima, dan sekarang semester 6, pernah aku berpikir aku ingin memilih bidang minat optic saja, kenapa? Karna aku punya mimpi suatu hari………. Aaaaggghhh tak penting apa mimpiku itu, yang jelas karna mimpi itu juga aku reflek menjawab pertanyaan bu retna memilih optic, oh God……. Padahal aku tak tau mengambil bidang minat optic itu akan bagaimana nantinya, aku belum mengambil mata kuliah oplas (optika dan laser), dan sso (sensor serat optik) apalagi opmod (optika modern) yang merupakan mata kuliah pilihan untuk mendukung skripsi sesuai bidang minat optic itu. Pernah ada yang menyarankan kenapa aku nggak milih material aja, yang menurut kebanyakan (nggak semua) labih mudah dari optic yang emang mbulet, njlimet gak karuan, tapi entahlah… dulu aku pernah berfikiran mengambil instrument karna nilai praktikum eletronika digital ku yang A, tapi saat makul teori eldignya sendiri (elektronika digital) ku yang dapet D, IYA DAPET D, aku mengurungkan niatku aku pikir aku gak bakat di bidang itu, pernah juga aku berpikiran akan memilih komputasi, yang menurutku agak sedikit sepi dari rumus fisika, tapi setelah di pikir-pikir aku gak begitu paham dengan program dan kawan-kawannya itu. Sumpah bener-bener galau tingkat kabupaten deh mikir ini. Iri rasanya melihat temen-temen yang bisa dengan bebas menetukan akan megambil bidang minat apa mereka untuk skripsi nanti, karna mereka sudah punya minat dan bakat dengan pilihannya, dan dengan mantap menjawab pertanyaan bu retna tadi. Dan bisa di bayangkan bagaimana perasaan saya tadi sodara-sodara? Sudah gak usah di bayangkan,, aku aja bingung😦 .Dan sepertinya kebingungan tak mau berhenti begitu saja menggelayutiku, tadi saat aku menerima mata kuliah  MFE (metodologi fisika experimental) Bu Dyah lagi-lagi menanyakan hal yang sama kepada semua mahasiswanya, termasuk aku. Dan parahnya dia mencatat pilhan masing-masing dari kami di buku presensi, dan menyuruh kami pergi ke lab. Terkait untuk mendata semua alat-alat dan mempelajari apa fungsinya. Oh God………….. lagi-lagi aku menjawab akan memilih optic, ada sebagian teman-teman ku yang mungkin mengira aku akan mengambil instrumentasi atau komputasi. Aku bingung……….. bener-bener bingung, aku hanya berharap aku tak salah berucap dan bisa menerima konsekwensi dari apa yang aku rencanakan dan tentu saja bisa mengejar mimpiku, mimpi ya itu hanya sekedar mimpi…………………. Amiiinnn…………….

Penulis:

sooner or later it's over

28 thoughts on “Persimpangan Jalan

  1. setiap kali mengambil keputusan pasti akan ada resiko yang harus di tanggung… tapi ya itulah namanya juga dalam kehidupan kita pasti harus memilih…
    semoga saja pilihan yang di pilih adalah pilihan yang terbaik…
    hilangkan bingungnya ganti dengan semangat…semangat untuk mewujudkan mimpi…

      1. hidup ini adalah pilihan….

        setuju….

        semua pilihan yang akan kita pillih,membawa kita ke tujuan dengan selamat atau tidak.

  2. Semua apa yang kita lakukan itu Mi atas kehendak Tuhan, jadi percaya saja kalaupun Ilmi tadi menjawab demikian, Tuhan menuntunmu.. Menunjukkan jalan kepadamu dengan cara Nya..🙂

  3. aku jg belom njawab😀 *gak dtanya sih :p
    gapapa, jawaban refleks ketika galau itu kata hati kok (sumber : antah-berantah) :p
    insyaAllah dbimbingNYA, apapun jalannya, asalkan niatnya baik😉

  4. aaahh… setidaknya dirimu berhasil membagi kepusinganmu denganku. membaca postinganmu saja membuat prosesor di kepalaku menghangat dengan istilah teknis dan kalimat yang seolah tak ada ujungnya.

    satu yang pasti ku paham, nilai D. sampai lulus pun aku masih punya satu nilai D di transrip nilaiku. bagus juga untuk kenang-kenangan bahwa diriku tak sempurna🙂

    tapi yg pasti, nilai itu adalah snapshot, potret sesaat. dan kupikir nggak bisa dibilang kalo nilainya D berarti nggak punya bakat di situ. halah. kalo emang dosennya nggak genah njelasin materinya gimana? ato kita pas lagi galau tingkat dewa sampe semua teori nggak masuk ke otak gimana? dg ngulang, nilai D bisa jadi A kan?

    simply speaking, move On. IPK, pastinya diliat waktu dirimu apply ke suatu posisi tertentu. tapi nilai mata kuliah tertentu, who cares?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s