Posted in Duniaku, Uncategorized

Anggrek

“Happy b’day Rega, happy b’day… happy b’day…”

Semua tersenyum bahagia, begitupun aku. Mereka masih tetap mengingat ulang tahunku.

Aku pun beranjak, Rumah besar ini, kamar ini, tempat tidur ini, semua masih sama tak ada satupun yang berubah. Entah apa yang berada dalam pikiranku waktu itu.

***

“Ga, mending kita gak usah turun deh, kita kan uda diperingati gak boleh manjat tebing itu”.

“iya Ga, mending gak usah cari masalah deh .” kata Doni dan Setya.

“Bentar aja nggak apa-apa, aku mau ambil anggrek itu buat Indi”. Tanpa bisa dicegah, Rega mulai menuruni sebuah tebing ditempat pendakian untuk mengambil bunga anggrek sebagai hadiah buat Indi kekasihnya.

“Ga…… inget apa kata kepala dusun tadi, kita nggak boleh ngambil sesuatu dari tebing ini” teriak Doni.

“iyaaa… aku ingat, Cuma bunga doang kok guys…. Tenang aja gak bakal ada apa-apa.” Teriak Rega dari bawah, dia tetap bersikukuh berusaha turun untuk mengambil bunga anggrek itu.

“lama banget sih si Rega, kemana aja dia? Perasaan ku jadi nggak enak nih”. Seru Setya.

“iya sudah dua jam lebih si Rega nggak balik-balik, harusnya kita nggak ngijinin dia turun ya, shit…..” teriak Doni.

“gak usah marah-marah gitu juga kali, ini kan juga bukan salah kita sepenuhnya, si Rega yang bersikukuh nurunin tebing, padahal kan udah dibilangin kita nggak boleh aneh-aneh disini apalagi ngambil sesuatu dari sini”.

“yaudah kita tunggu bentar lagi aja, kalo sampe hampir petang Rega nggak kembali, kita lapor ke posko buat minta bantuan”. Kata Doni akhirnya.

3 jam berlalu, tapi Rega belum juga muncul, akhirnya Doni, dan Setya berinisiatif untuk melapor ke posko tentang hilangnya Rega.

“kalian kan sudah diperingatkan, jangan turun ke tebing itu, apalagi ambil sesuatu disana, bahaya….. percaya nggak percaya tebing itu ada penjaganya, dan kita harus menghormati mereka dengan tidak masuk kewilayah mereka” teriak bang Roni marah, saat tau ada salah satu pendaki yang hilang karena menuruni tebing terlarang itu.

Bang Roni yang merupakan kepala di posko jaga yang paling dekat dengan tebing selalu mewanti-wanti para pendaki untuk tidak turun ke tebing itu, tebing yang dipercaya sebagai tempat para mahluk gaib bertempat tinggal.

“kami juga sudah memperingatinya bang, tapi Rega gak mau dengar, dia bilang Cuma mau ambil bunga anggrek di pinggir tebing itu.” Seru Setya

“apapun alasan kalian, kalian sudah memasuki wilayah mereka, apalagi mengambil sesuatu dari sana. Sudahlah berdo’a saja semoga teman kalian tidak apa-apa, kami akan kerahkan tim SAR untuk menuruni tebing itu, tapi sebelumnya kita perlu melakukan ritual untuk memasuki wilayah itu.”

Setelah dilakukan ritual yang dipimpin oleh kepala desa, tim SAR pun menuruni tebing untuk mencari Rega. Setya, Doni, dan Indi kekasih Rega juga ikut dalam rombongan.

“Regaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,” tangis Indi meledak saat dia melihat sosok Rega tergeletak dibagian bawah tebing.

Tim SAR pun mulai mengangkat tubuh yang tergeletak itu, Rega ditemukan sudah tak bernyawa dengan setangkai bunga anggrek dalam genggamannya.

Indi tak sanggup melihat kekasihnya sudah terbujur kaku demi mengambil bunga anggrek untuk dirinya.

“kamu bodoh Ga, bodoh…. Kenapa kamu rela ngorbanin nyawa kamu hanya demi bunga anggrek itu? Maafkan aku Ga, karena aku kamu jadi begini.” Indi terisak disamping Tubuh Rega.

“ini salah ku, harusnya aku nggak membiarkan Rega turun ke tebing itu kemaren, harusnya Rega masih hidup kalo aku melarangnya.” Teriak Setya

“sudahlah mungkin ini sudah takdir kita harus kehilangan Rega dengan cara ini, kita doakan saja semoga dia bisa tenang dialam sana.” Timpal Doni

Bayangan itu kembali melintas saat Rega melihat teman-teman dan kekasihnya masih mengingatnya, meski dia sudah hampir setahun tidak ada di dunia.

“terimakasih teman-teman, terimakasih Indi sayang, meski aku tak lagi bersama kalian, tapi aku akan selalu menyayangi kalian, memperhatikan kalian dari sudut yang tak kalian tau.”

Rega tersenyum melihat bunga Anggrek disamping kue ulang tahun dan fotonya. Kemudian Sosok itupun mulai melayang, menghilang, meninggalkan seonggok kenangan bagi mereka yang masih mengingatnya, sampai kapanpun.

Penulis:

sooner or later it's over

5 thoughts on “Anggrek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s