Posted in Awan biru, pelangi senja, Untukmu

A Week Piclit Challenge #2 : Topeng mu, dan Topeng ku

a week piclit challenge : fiqih 

Hanya karena aku diam, bukan berarti aku tak melakukan apa-apa. Hanya karena aku lebih bodoh darimu, bukan berarti aku tak pernah berusaha. Aku dan kamu sebenarnya sama, hanya kau lebih beruntung bisa bersembunyi dibalik topeng yang lebih bagus dariku, ya takdirku memberiku topeng yang tak sebagus dirimu.

Tak adil? Ya terkadang aku berpikir seperti itu, tapi toh semua itu hanya sebuah topeng, adakalanya kebagian topeng bagus dan adakalanya pula kebagian topeng jelek.

Kau memang beruntung, topengmu bagus, kau pintar, dan kau juga kaya. Semua bisa kau dapatkan hanya dengan sedikit usaha.

Tapi yang aku sayangkan adalah sikap dibalik topeng bagusmu itu, yah mungkin karena kau beruntung kebagian mendapat topeng yang bagus membuatmu menganggap semua oaring itu sama denganmu, semua orang mengerti apa yang kamu mengerti, semua orang tau apa yang kau tau.

Tapi taukah kau, tak semua orang seberuntung dirimu dan topeng bagusmu, ada yang tidak beruntung dengan  mendapatkan topeng jelek, dan mereka harus hidup dengan itu. Dan aku? Ya aku termasuk orang tidak beruntung tadi. Aku termasuk orang yang harus berusaha ekstra keras untuk mendapatkan suatu hal yang orang sepertimu anggap biasa saja. Ya itulah aku…..

Topengku sama sekali tak special dibandingkan topeng bagusmu itu, topengku tak pernah menjadi opsi tempat orang bertanya ini itu, atau hanya sekedar meminta pendapat. Ya topengku tak sebagus topengmu. Tapi taukah kamu bahwa orang dengan topeng jelek sepertiku berusaha keras melebihi apa yang kau tau? Taukah kamu orang dengan topeng jelek sepertiku juga sangat ingin meiliki topeng sebagus dirimu bukan malah topeng jelek seperti milikku? Ah sudahlah, kau tak kan pernah tau itu…..

Jadi berhentilah bertingkah seolah-olah apa yang tidak pernah kamu lakukan adalah hal yang salah, bukan. Berhentilah menganggap orang sepertiku itu tak berharga, bukan. Bersyukurlah karena kau mendapat kesempatan menggunakan topeng baik seumur hidupmu, kita sama hanya topeng yang kita kenakan yang berbeda, kau dengan topeng bagusmu, dan aku dengan topeng jelekku, itu saja.

Tulisan ini diikut sertakan dalam A Week Piclit Challange untuk Enya, Septi, Tutus, Atut, dan Fiqih

Penulis:

sooner or later it's over

4 thoughts on “A Week Piclit Challenge #2 : Topeng mu, dan Topeng ku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s