Posted in Awan biru, pelangi senja, Untukmu

A week Piclit Challenge #4 : I’m Sorry

...

” I love you Henry…” Katanya lembut seperti biasa, tepat menghujam pertahanannya.

“Please Cleo, I have nothing for you, you know that.” 

Sudah lama Cleo mengincar Henry, dia sosok lelaki idaman semua wanita termasuk Cleo. Ototnya, dadanya yang kekar, gagah, dan wibawa yang selalu muncul mengiringi disetiap kehadirannya.

“way.. way… way inside my heart, I have given all my life for you, I don’t need anything else but you.” Direngkuhnya tubuh Henry dengan sekali tarikan, ya tanpa perlawanan. Terkadang sesekali dia tak bisa menghindari rayuan Cleo, dia akan membalas ciumannya, tidak… bukan hanya dibibir, dia akan berubah menjadi seperti srigala kelaparan saat melihat tubuh Cleo, dan Cleo suka itu.

Cleo benci dengan sikap Henry yang terkadang  ingin menghindar hanya karena alasan konyol itu. Alasan status sosial yang selalu dia ungkit-ungkit hanya karena Cleo keturunan bangsawan di negri ini.

Cleo dan Henry sudah lama menjalin hubungan tanpa status, Henry mencintai Cleo, dan Cleo mencintai Henry, dan itu sudah cukup buat mereka  tanpa harus ada pengakuan resmi dari siapapun, orang tua, gereja, maupun masyarakat.

” I have to go Cleo.” Suara Henry membuat Cleo berhenti melakukan ritual rutinnya, membersihkan koleksi pulpennya yang terbuat dari tulang-tulang rusa hutan. Cleo memang sangat suka mengkoleksi tulang-tulang binatang hutan yang kemudian dibuatnya pulpen-pulpen cantik yang menakjubkan. Terlebih saat dia mengenal Henry si pemburu yang gagah berani, dia kerap memberinya hadiah pulpen cantik hasil perburuannya.

“where are you going? how many days Henry?” Sahutnya khawatir, Cleo merasa ucapan selamat tinggal ini bukan main-main.

“I’m sorry Cleo, I have my own destiny, and it’s not you, you are to perfect for me, I promis I’ll always love you Cleo.”

 “Henry, I can’t force you to be with me when you don’t want, hope you’ll find the one you love, but before it would you mind having a drink with me?” sambil menyodorkan segelas anggur terbaiknya yang hanya Cleo gunakan untuk membersihkan koleksi pulpen tulangnya.

“Thanks Cle…” Katanya sebelum Henry jatuh tersungkur di kaki Cleo.

Maafkan aku Henry, aku memang tak bisa memilikimu seperti keinginanku selama ini, tapi setidaknya aku masih bisa menikmati indahnya tulangmu. Sekali lagi dirabanya koleksi pulpennya.

“Sebentar lagi kalian akan menjadi sempurna”. Cleo tersenyum menyaksikan koleksinya.

Tulisan ini diikut sertakan dalam A week Piclit challenge untuk septi, fiqih, enya, tutus, dan atut

Penulis:

sooner or later it's over

11 thoughts on “A week Piclit Challenge #4 : I’m Sorry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s