Posted in Uncategorized

Aku, Dia dan Kamu

                         

            Dia adalah lelaki yang baik, sangat baik malah. Aku telah berpacaran dengannya sejak SMA sampai sekarang aku sudah lulus sarjana. Dia adalah lelaki yang sangat baik yang pernah aku kenal, aku sangat mencintainya. Dia selalu ada saat aku membutuhkannya tanpa pernah mengeluh dengan apa yang selalu aku lakukan, ya seperti saat aku pergi berkencan dengan salah seorang kakak angkatanku. Aku masih ingat waktu itu, saat aku sedang jenuh dengannya dan tanpa memikirkan perasannya aku berkencan dengan kakak angkatanku. Aku sering membatalkan janji dengannya dan berbohong untuk sekedar pergi makan malam dengan selingkuhanku itu.

           Alasan pertama kenapa aku tidak memutuskan hubunganku dengannya adalah karena aku mencintainya, sangat mencintainya. entah kenapa aku selalu tak bisa memilih antara dia dan kakak angkatanku itu. ya itu salahku. Aku merasa aku berhak atas keduanya. Aku akan sangat marah jika aku tau dia atau kakak angkatanku itu pergi berkencan dengan wanita lain, kenapa? karena mereka adalah pacarku. Aku juga selalu takut membayangkan kalau suatu saat salah satu dari mereka atau bahkan mereka berdua akan meninggalkanku. ya, aku tidak mau itu terjadi. Meski begitu aku selalu memberinya perhatian. Saat kakak angkatanku mengingatkanku untuk makan, sholat, dan apapun, aku juga akan langsung mengingatkannya hal yang sama. Aku ingin tetap memiliki mereka berdua seutuhnya.

             Alasan kedua adalah karena dia adalah pria yang sangat baik. Ketika aku pergi berkencan secara diam-diam dengan kakak angkatanku dan terlihat olehnya, aku berpura-pura tak melihatnya. dan dari sudut mataku aku bisa melihat kesedihan diraut wajahnya, dan dia hanya berlalu.

               Besoknya aku lihat matanya merah, aku sengaja tak memikirkan apa yang menyebabkan dia seperti itu. aku tau dia mencintaiku, tapi aku juga tau kalau dia sangat sakit hati olehku.

*****

                   Dia pacarku sejak SMA, sampai saat ini kita kuliah. Aku sangat mencintainya, dia juga mencintaiku. tak ada alasan untuk kami untuk benci satu sama lain. Tapi, aku melihatnya pergi berkencan dengan kakak angkatan kami. aku juga sering memergokinya berbohong membatalkan kencan kami dan pergi dengan selingkuhannya itu. Ketika dia berkencan dengan selingkuhannya untuk yang pertama kalinya, aku melihatnya, dan aku mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya, CEMBURU. Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon. Hal itu seperti 100 butir lemon busuk yang disiramkan pada luka yang sedang menganga. Aku tak tau apa alasannya melakukan hal itu padaku.

                   Aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan, atau mungkin dia mulai bosan? tapi mengapa dia memperlakukanku dengan sangat baik seakan tidak terjadi apa-apa dengan dia dan selingkuhannya diluar sana. Dia selalu mengingatkanku untuk makan, sholat, dan apapun. Ah mencintai itu memang sangat menyusahkan hati. Di luar itu, aku mau tetap di sampingnya, memberinya perhatian, menemaninya, dan mencintainya. Berharap, bahwa suatu hari, dia akan sadar dan mencintaiku seutuhnya. Aku tau bagaimanapun dia diluar sana dengan selingkuhannya, dia pasti menyempatkan diri untuk memberiku perhatian, dan itu sudah cukup bagiku. ya aku berharap suatu hari dia akan menjadi milikku seutuhnya.

***

                 Aku menyukai seorang gadis, dia adik angkatanku dikampus, dia gadis yang cantik, lucu, dan dia tipe gadis yang selalu membuat hatiku bergetar. Dia sudah menjalin hubungan dengan seseorang, yah mereka sudah berpacaran sejak SMA. Tapi aku tak peduli itu. Aku tahu aku bukan satu-satunya orang yang dia cintai, tapi aku akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku seutuhnya. Selama 4 bulan, aku telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 100 kali kepadanya. Aku juga tak masalah dengan statusnya yang saat ini masih berpacaran dengan cowok itu.

                 Aku mencintainya dan aku menerima dia apa adanya, apapun kondisinya, dan apapun statusnya. hahahaha….. ya terkadang cinta memang gila, aku tak pernah meminta gadis itu untuk memilih antara kami berdua, karena aku tau dia takkan sanggup untuk memilih. Aku selalu memberinya perhatian, selalu menanyakan kabar, mengingatkan makan, sholat, dan apapun. Aku hanya ingin dia tau saat semua orang mungkin tak ada untuknya, masih ada aku disini yang akan setia menerimanya.

Penulis:

sooner or later it's over

3 thoughts on “Aku, Dia dan Kamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s