Posted in abu-abu, Duniaku, pelangi senja, Untukmu

Songlit #2 : Demi Hukum I, II, III Newton

Pertama kali aku mengenalmu saat pelajaran fisika. 10 tahun yang lalu . Pagi itu kelas begitu tidak menggairahkan Luna, seperti biasa karena pelajaran fisika. Sekali dua kali Bu nita guru fisika yang cantik itu melempar pandangan pada seisi kelas yang suram, sekali lagi karena pelajaran fisika.

Kau yang datang terlambat membuatmu dihukum. Guru BP sedang memarahimu dan menghukummu di lapangan tepat di samping kelas ku. Aku tersenyum, bukan karena pelajaran fisika, aku menikmati suasana saat kau dihukum waktu itu. Padahal aku tak mengenalmu.

Aku tak mengerti mengapa kamu lebih menarik daripada pelajaran fisika.

Kau masih ingat percakapan pertama kita Luna? ah barangkali kau sudah lupa. Waktu sepulang sekolah, di halte bis kau mendatangiku ” hai, kamu yang dari tadi ngeliatin aku dihukum kan?” itu kata-kata pertamamu. “ah iya, eh nggak maksutnya aku ngeliatnya sekilas aja. Kebetulan” jawabku kikuk waktu itu. Kau tersenyum yang aku tak tau apa artinya.

Luna, Aneh, sejak saat itu aku mulai menyukai pelajaran fisika. Kelas yang biasanya suram menjadi menyenangkan. Mungkin karena pelajaran fisika berjasa untuk pertemuan kita. Entahlah. Dan itu pula yang membuatku nekad mengambil kuliah jurusan fisika. Ya agar aku bisa selalu mengenangmu.

Aku juga masih ingat waktu itu saat Bu nita yang cantik itu menerangkan tentang Hukum I Newton : Setiap benda berada dalam keadaan diam atau bergerak dengan laju yang konstan sepanjang garis lurus, selama tidak ada gaya luar yang bekerja pada benda tersebut atau tidak ada gaya total pada benda tersebut. Sebelum aku mengenalmu hari-hariku biasa saja. Pelajaran Fisika juga tetap membosankan seperti seharusnya. Tetapi setelah perkenalan itu? semuanya berubah Luna. Pelajaran Fisika terasa menyenangkan. Mungkinkah kamu gaya luar yang mempengaruhi laju konstan kehidupanku?Β  Entahlah.

Hari-hari sekolah yang biasanya terasa sangat lama ditambah kesuraman pelajaran fisika seketika sirna. Ya kau mempercepat laju konstan kehidupanku. Ah kalau kau benar “gaya luar” itu, lantas apa artinya ini semua? apakah aku jatuh cinta?….

Entah kenapa aku selalu mengaitkanmu dengan hukum-hukum fisika. Mungkin karena aku mulai menganggap Fisika itu istimewa. Ya seperti kamu. Kau pernah mendengar Hukum II Newton?Β  jika suatu gaya bekerja pada benda, maka benda tersebut akan mengalami percepatan, dimana arah percepatan berbanding lurus dengan arah gaya yang bekerja padanya. Ah mungkin kau tak pernah dengar, tapi Hukum tersebut membuatku semakin yakin kamu adalah “Gaya luar” yang bekerja pada kehidupanku.

Tapi tahukah kamu Luna?, ternyata cinta tak sesederhana rumus fisika, cinta itu barangkali bagai sederet penurunan dari rumitnya rumus fisika. Membingungkan.Β  Aku saja tak tahu harus berbuat apa. Apa ini Cinta?

Barangkali aku memang lelaki pengecut meski aku sudah mengetahui Hukum III Newton : setiap benda yang memberikan gaya tertentu akan mendapatkan gaya yang berlawanan. ya Aksi-Reaksi kata orang fisika. Tapi toh aku tetap tak berani mengungkapkan perasaanku padamu. Aku takut dengan gaya berlawanan yang akan kamu berikan padaku. ya aku takut kamu tak menyukaiku. Maafkan aku Luna.

Maybe we’ll live and learn

Maybe we’ll crash and burn

Maybe you’ll stay

Maybe you’ll leave

Maybe you’ll return

Akan tetapi Luna, bagaimanapun sikapku aku serius dalam masalah cinta, seperti aku serius pada fisika. Aku akan menerima semua konsekuensi atas sikapku ini. Aku akan menerima apapun gaya luar itu meski itu berlawanan arah dengan gaya yang aku berikan. Seperti kata Fahd Djibran, Luna.

Demi Hukum I, II, III Newton; Aku mencintaimu!

*Tulisan ini dibuat untuk meramaikan songlit untuk Fiqih, Enya, Septi, Atut, dan tutus dari lagu ordinary people oleh John legend

Penulis:

sooner or later it's over

9 thoughts on “Songlit #2 : Demi Hukum I, II, III Newton

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s