Posted in abu-abu, Duniaku, pelangi senja

Songlit #3 : Ternyata Cinta

Aku selalu senang melakukan apapun yang ada hubungannya denganmu. Apapun. seperti saat kau pernah memintaku untuk menemanimu dan memilihkanmu baju. Ya aku senang.

Apa semua sahabat di dunia itu seperti kamu yang menyenangkan, Jimmy? Apa semua sahabat di dunia itu seperti kamu yang selalu ada buat aku? Apa semua sahabat di dunia itu seperti kamu yang membuatku tak pernah bosan memandangimu?. Mungkin saja.

Aku belum pernah mempunyai sahabat sedekat aku denganmu. Aku tidak tau apa orang lain merasakan hal yang sama yang aku rasakan pada sahabatnya seperti apa yang aku rasakan.

Awalnya aku merasa ini semua normal Jimmy. Awalnya aku mengira ini perasaan lumrah yang dimiliki oleh seorang sahabat. Ya sekedar sahabat. Tetapi setelah semua orang mempertanyakan status kita, akupun begitu. Setelah semua orang mempertanyakan kenapa aku belum mempunyai pacar sampai detik ini, aku pun begitu. Apa ini semua salah, Jimmy?.

Apa perasaan sayang terhadap sahabatnya itu salah Jimmy? Atau jangan-jangan aku tidak menganggapmu sebagai sahabat? Apa aku jatuh cinta padamu? katakan Jimmy, hanya kamu sahabatku tempat aku bertanya saat aku bingung. dan sekarang aku sedang bingung Jimmy. Bingung dengan perasaanku padamu.

Sebenarnya sudah lama aku ingin menanyakan hal ini padamu. Tapi aku berusaha melawan kata hatiku. Tidak aku tidak jatuh cinta, ini hanya perasaan wajar antara sahabat kan Jimmy?

Ingin sungguh aku bicara satu kali saja
Sebagai ungkapan kata perasaanku padamu
Telah cukup lama ku diam di dalam keheningan ini
Kebekuan di bibirku, tak berdayanya tubuhku

Ah…. lagu itu, kenapa dia mengalun di saat yang tidak tepat? Jimmy jangan dengarkan lagu itu. Itu tidak mewakili perasaanku. Aku bertaruh untuk itu.

Dan ternyata cinta yang menguatkan aku
Dan ternyata cinta 

Kau yang sungguh selalu setia menemani kesepianku
Menjaga lelap tidurku, membasuhku setulusnya

Dan ternyata aku cinta, Jimmy. Maafkan aku.

Jimmy, Aku capek dengan omongan orang tentang kita. Aku capek dengan semua tuduhan orang terhadapku. Aku capek dengan sikap mereka terhadapmu. Aku capek.

Jimmy, tak usah dengarkan kata-kata mereka. Mereka tak tahu apa-apa tentang kita, mereka tak tau apa-apa tentang kamu. Biar saja mereka bilang aku tidak normal. Biar saja mereka bilang aku gila yang mencintai sahabatnya sendiri. Biar saja mereka bilang kamu boneka. Aku tak peduli Jimmy, karena buat aku kamu bukan sekedar boneka. Kamu sahabatku. Dan Aku mencintaimu.

*Tulisan ini dibuat untuk meramaikan songlit untuk Fiqih, Enya, Septi, Atut, dan tutus dari lagu Ternyata Cinta oleh Anji

Penulis:

sooner or later it's over

2 thoughts on “Songlit #3 : Ternyata Cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s