Posted in abu-abu, Awan biru, Duniaku

Hellow Jekardah

               Sebenarnya saat saya memutuskan akan ke pare saya masih ragu, saya goyah dengan kemantapan hati saya melihat beberapa teman saya sudah mulai diterima bekerja. Ya, saya memiliki sifat buruk “tidak teguh pendirian”. Ah rumput tetangga memang selalu lebih hijau.

1484237_442835765841663_7976296012963831677_n

               Sembari mempersiapkan pendaftaran ke pare saya juga melamar sebuah pekerjaan yang tempatnya cukup jauh, Jakarta. Sebenarnya dilema sih, berbagai macam pertanyaan muncul di kepala, “Bagaimana kalau sudah terlanjur mendaftar ke pare, kemudian saya ada panggilan test kerja?”. “Bagaimana kalau saya memutuskan untuk menunggu panggilan test kerja dan menunda ke pare, tapi ternyata saya tidak di panggil- panggil?” dan masih banyak yang lainnya. Mimpi memang sesuatu yang harus berjalan berpacu dengan sang waktu.

                   Benar saja, saat saya sudah memesan tiket kereta untuk pergi ke pare saya mendapat telpon untuk test tahap I di Jakarta, Yap tanpa pikir panjang saya langsung mencari tiket ke jakarta dan memutuskan untuk tidak pergi ke pare. Saya percaya saat kita dalam kebingungan, Tuhan pasti turut serta memberi jawaban, tinggal kita saja yang harus pintar mengartikan. Saya anggap pergi ke Jakarta adalah pilahan yang harus saya pilih. saya memantapkan hati saya untuk berkelana ke kota yang belum pernah saya datangi sebelumnya.

               Saya belum pernah ke jakarta, tidak tau jalan-jalan di Jakarta, gak ngerti arah, dan yang lebih keren lagi saya berangkat sendirian. seperti kata Yozar dibukunya “UNYU VERSITAS”, mungkin kalau di lepas di tanah abang, pulang-pulang saya sudah jadi preman. Tapi untunglah itu tidak terjadi😀. Untunglah saya mempunyai teman yang sudah lebih dulu disana, dengan berbekal informasi jalan darinya saya berangkat. Hari senin malam saya berangkat, Kereta datang terlambat, saya biasa saja. toh itu sudah biasa terjadi untuk jadawal kereta. Hari selasa pagi saya sampai di ibu kota “Hello Jekardah” kereta terlambat tiba di stasiun sampai lebih dari satu jam, saya panik. Turun dari kereta, saya masih harus melanjutkan perjalan menggunakan KRL, iya kereta yang katanya keren dan hanya ada di Jakarta. Saya tidak tau harus membeli tiket dimana, bagaimana, berapa dll. Akhirnya setelah tanya-tanya saya sudah mengantongi tiket  dan kartu KRL jurusan depok. Kartu tersebut harusnya di kembalikan saat kita sudah benar-benar tidak akan naik KRL lagi, tapi sekali lagi karena saya bingung campur lupa, jadilah kartu tersebut saya bawa pulang:mrgreen:.

                  Awal naek KRL biasa saja, tidak terlalu penuh. Tapi setelah melewati beberapa stasiun KRL penuh sesak, desak-desakan. Saya berpikir berapa jumlah penduduk di ibu kota? berbagai macam kendaraan umum tersedia dan selalu penuh sesak. Kalau sudah begini yang rapi dan yang gembel pun tidak jauh beda. Tidak sampai disitu saja setelah saya turun dari KRL saya masih harus naik ojek ke tempat tujuan, waktu sudah menunjukan pukul setengah 10, persis seperti jadwal test saya. Saya mulai panik.

                Akhir cerita saya tiba di lokasi test sekitar jam 11, iya saya terlambat. setelah menunggu di lobi lumayan lama, akhirnya saya di persilahkan masuk untuk mengerjakan soal test. Alamak…. saya disuruh mengerjakan 10 soal fisdas yang saat dikampus saya harus mengulang mata kuliah tesebut sampai 2 kali, 10 soal kimia yang saya tidak tau bab apa, dan 10 soal biologi yang harus saya jawab beserta alasannya. Ah beruntungnya saya😦. kalau sudah begini saya tidak berharap lolos,. Test mengerjakan soal pun selesai saya dipersilahkan keluar untuk menunggu giliran di interview.

            Saat Interview, tak bosan-bosannya penginterview membolak-balikkan transkrip saya, mengomentari nilai-nilai saya, menyayangkan IPK saya, dan masih banyak lagi yang membuat saya duduk saja tidak melompat keluar jendela, meskipun saya ingin sekali :/. Akhir dari interview panjang (sebenarnya bukan interview menurut saya, ini lebih kepada penghakiman nilai-nila mata kuliah saya) penginterview mengenalkan dirinya sebagai kakak kelas saya sambil tertawa lepas yang saya tidak tau artinya apa, iya ternyata beliau alumni fisika UNAIR angkatan tahun 1999. haish…. ternyata dunia memang selebar daun kelor. Beliau bercerita kalau di perusahaan ini ternyata ada sekitar 9 orang Fisika UNAIR disana, “physics major, ladies and gentlement hahaha”. Beliau bercerita tentang kesuksesan orang2 ini di perusahaan tersebut, ada yang jadi direktur, pimred dll. Ah saya turut bahagia mendengarnya😦. beliau bilang harus dipikirkan berulang kali untuk menerima saya, saya mengerti, saya tidak sehebat meraka🙂.  beliau berjanji akan menghubungi saya kalau saya lolos, kalu tidak? tidak akan ada yang menghubungi saya. Ya, sampai detik saya menuliskan ini belum ada kabar dari perusahaan tersebut, yang saya simpulkan sendiri berarti saya tidak lolos, sekali lagi in another oppurtunity maybe🙂

           Mungkin Jakarta tidak seperti yang dibayangkan, test kerjapun tidak sesuai dengan harapan tapi hidup tetap harus berjalan. Esok harinya saya memutuskan untuk pergi ke jobfair yang ada di daerah senayan, mumpung masih di jakarta. Saya nekad pergi meski tidak tau tempatnya dimana, dan bisa ditebak saya kesasar evribadi. Saya mempunyai metode saat kesasar kembalilah ke titik tadi kamu berangkat, setelah bertanya kanan-kiri akhirnya saya sampai lagi di kost teman saya saat magrib, iya saya nyasar seharian dan sendirian😀.

              Keesokan harinya saya diminta temen saya untuk mengisi bensin motornya, saya berpikir kenapa tidak sekalian beli sepatu? saya akan jalan lurus saja tidak berbelok-belok biar tidak kesasar karena kali ini saya naek motor, well akhirnya setelah saya motoran cukup jauh saya sampai pada jalan searah yang saya tidak tau puter baliknya di sebelah mana, jalanan ramai selain jalan terus tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Dan… taraaaaa saya kesasar lagi saya kesasar terlalu jauh sampai di depok kota, tapi kali ini aneh saya tidak merasa takut sama sekali, mungkin karena ini pengalaman nyasar sendirian kedua kalinya. Saya bertanya kanan- kiri, mengikuti arah jalan sampai akhirnya saya bisa menemukan kembali jalan pulang, Horee . Berita buruknya saat sudah hampir sampai kost temen saya, sepertinya ban motornya terpleset saat akan belok dan saya terguling. Saya berusaha menahan motor untuk tidak jatuh dan mengorbankan lutut saya sebagai penyangga (maklum motor orang, saya memilih saya yg lecet dari pada motornya).  Seorang bapak-bapak yang kebetulan melintas membantu saya berdiri, sambil berkata “Mbak jangan ngelamun” ah iya sepertinya saya melamun tadi. akhirnya saya pulang dengan lutut lecet dan sepertinya lengan terkilir, tapi tak apa motornya baik-baik saja:mrgreen:.

            Hari minggu sesuai jadwal yang saya rencanakan saya pulang kembali ke surabaya, tidak sampai disitu saja ke tidak beruntungan saya. Ternyata tiket yang sudah saya pesan jauh2 hari untuk hari minggu, tertulis untuk hari senin, dan itu baru disadari saat saya sudah di kereta. well dag dig dug pasti, saya disarankan untuk turun di stasiun cirebon dan membeli tiket yang benaar untuk hari minggu, tapi apa? ya tiket sudah terjual habis sodara, saya tambah panik. bagaimana bisa saya dan pak penjaga stasiun sama-sama lalai memeriksa tanggal di tiket saya. Bapak-bapak dan Ibu-ibu di samping saya meyakinkan saya untuk tidak turun dan melanjutkan perjalanan saja ke surabaya, kalau petugas besikeras saya harus turun, saya disuruh bayar saja. Tetap saja saya panik, karena saya sedang tidak membawa uang tunai, hanya modal ATM, tapi sejak kapan kereta ada ATM nya? ah saya bingung, sepanjang perjalanan selama 16 jam saya tidak bisa tidur. Ibu disamping saya meyakinkan saya kalu tidak akan di periksa lagi, saya aman. tapi bagaimana kalu si empunya tiket kursi ini naik? saya pindah kemana?😮 “Sudah nanti desel2an lah disini mbak, biar suami saya nanti berdiri aja gak papa” ah ibu itu sangat baik sekali, terimakasih ya ibu🙂. dan Akhirnya saya sampai di surabaya, senang? tentu saja. Tapi belum berhenti disitu saja, teman yang harusnya menjemput saya sepertinya ketiduran, saya mulai agak bingung, saya sms tidak di balas, entah sudah berapa puluh sms saya di inbox nya tetap saja tak ada balasan, akhirnya saya menghubungi teman saya minta tolong untuk membangunkannya. Setelah menunggu sampai hampir subuh, akhirnya jemputan itu datang juga😀 ah leganya….

             Begitulah, akhirnya saya tidak jadi ke pare, test bekerja pun tidak lolos. Hidup itu memang seperti komedi, tapi sayang terkadang saya tidak satu selera humor dengan alam🙂 Gudbay Jekardah…

Penulis:

sooner or later it's over

12 thoughts on “Hellow Jekardah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s