Posted in Cerbung

Braja dan Drupadi #4: Dilatasi Memori

1caf0-20100731-img_0631

Aku menarik nafas dalam-dalam. Jengah. Pelayan baru saja menaruh teh tanpa gulaku yang di pesan oleh Drupadi tanpa bertanya padaku yang langsung aku minum dalam sekali teguk. Aku tak peduli dengan tatapan Jess yang tak beranjak dariku dan sepertinya sebentar lagi akan mengulitiku.

Aku tau apa maksud Drupadi tidak menanyakan profil pribadiku, alih-alih dia menanyakan tentang isu hangat yang sekarang sepertinya lebih layak dikonsumsi oleh masyarakat dari pada nasi itu. 4 tahun aku mengenalnya, begitupun sebaliknya. Kurasa dia sudah cukup mengenal semua kebiasaanku.

Tapi entah kenapa fakta itu justru membuatku semakin sesak. Aku enggan membahas semua masa lalu yang sudah lama aku kubur dalam-dalam. Mengingatnya merupakan sesuatu yang berada di nomor urut paling buntut untuk dilakukan.

“Baik, sampai dimana kita?” Aku membetulkan posisi dudukku.

Drupadi tergagap tak menyangka dengan responku yang seolah tidak ada apa-apa di masa lalu kami.

“Apa yang membuat anda memutuskan menjadi ilmuwan? bukankah anda bisa saja menjadi seorang seniman?” Dia bertanya tanpa melihat daftar nya, marah. Jess mulai terlihat kebingungan tak mengerti dengan konflik batin yang sedang kami berdua alami.

“Banyak.” Jawabku datar.

“Salah satunya?” Aku tau apa maksudnya mencecarku dengan pertanyaan seperti itu.

Untuk beberapa lama kami diam, tak ada yang bersuara, lebih tepatnya mereka sedang menunggu jawaban yang tak kunjung keluar dari mulutku. Energi aneh seakan merasuki pikiranku, Gelombang pasang seolah menghempaskanku jauh ke masa lampau. Membuatku terpental hebat. Sesak kembali mencekik, medesak, dan menuntut hak nya untuk di akui.

***

Pedhotan, Banyuwangi, 2010.

“Maaf.”

“Aku nggak mau kamu pergi.” Dru mulai terisak. dia terduduk di dek kapal yang sebentar lagi akan berangkat membawa semua mimpiku ke pulau dewata. “Setidaknya kamu berpikir, Braja.” Matanya menatapku nanar.

“Aku hanya megikuti apa kata hatiku, Dru. Maaf.” Aku tak sanggup melihat ke arahnya, melihatnya duduk terisak sudah cukup membuat hatiku luluh lantak. Rencanaku berantakan.

“Braja, Ku mohon.” Katanya lagi.

Peluit pertanda kapal akan segera berangkat sudah di bunyikan, Drupadi menyerah. Dia mulai beranjak dan melompat dari dek ke dermaga dan berjalan pergi tanpa menoleh sekalipun padaku.

Aku ingin memaki seseorang atau sesuatu, tapi aku tak menemukan objek yang lebih tepat selain diriku sendiri. Hati seseorang telah hancur dan akulah penyebabnya. Aku benci menjadi egois yang lebih mengutamakan mimpinya untuk menjadi seorang pelukis daripada meneruskan penelitian orang tuaku yang telah dilakukan seumur hidupnya. Aku benci menjadi egois karena sempat berfikir tentang memulai hidup baru di belahan bumi lain sedangkan aku tahu jiwaku tertinggal disini, hatiku sudah bukan milikku dan hidupku bukan hanya tentang diriku. Aku benci.

Kapal mulai bergerak perlahan, aku melompat ke dermaga tepat waktu.

***

“Braja, are you okay?” Suara cemas Jess membuyarkan lamunanku.

****

Taraaaa, akhirnya selesai juga..

setelah menghabiskan secangkir teh hangat, dua bungkus cemilan, 1 buah mangga, se porsi makan malam. saya benar-benar telah menulis sesuatu. tidak banyak tapi cukuplah. setidaknya hari ini saya menghasilkan sebuah tulisanπŸ™‚

Cerita ini merupakan cerita bersambung dari cerita sebelumnya yang bisa di baca disini :

Braja dan Drupadi #1

Braja dan Drupadi #2

Braja dan Drupadi #3

Oke Dru, Sekarang giliranmu.

Penulis:

sooner or later it's over

9 thoughts on “Braja dan Drupadi #4: Dilatasi Memori

  1. Wah, ini Ilmi banget deh. Bener-bener Ilmi, gayanya Ilmi. Tapi aku boleh ngoreksi dikit, Mi?
    Setelah tanda tanya nggak ada titik atau koma–> ex: ?. atau ,? setelah tanda tanya hurufnya kapital ex: apa kabar? Katanya.
    mendesak bukan medesak. (selanjutnya mari diteruskan via message)
    Lanjut, Mi! Eh, aku deh yang lanjut harusnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s