Posted in Duniaku, Untukmu

Terima Kasih

Oke sejak akhir bulan Februari lalu saya berada dilingkungan baru, mendapatkan suasana baru, adaptasi baru, teman baru dan tentunya perasaan baru. Ya, sejak pengumuman yang saya impi-impikan itu akhirnya saya berhasil melanjutkan studi master saya di Taiwan.

Karena itu saya mulai disibukkan dengan hal-hal yang mengikat keseharian saya. Kuliah, pergi ke lab dan pulang petang, dan kembali lagi ke lab lalu pulang tengah malam, semua itu menjadi siklus rutin yang saya kerjakan setiap hari. Oke, tidak persis seperti itu, terkadang saya akan bolos dari lab dan lebih memilih jalan-jalan saking penatnya, terkadang saya pergi ke pasar berbelanja dengan menggunakan bahasa tubuh layaknya si bisu, terkadang pula saya merelakan waktu saya untuk sekedar memenuhi hasrat bangun siang lebih sering tepatnya hahaha. tapi terlepas dari itu semua saya menikmati rutinitas baru ini. Semua hal akan terasa indah saat kita menikmatinya bukan?

Saya mendapat banyak teman baru, mulai dari si A yang selalu mengeluh tentang keinginannya untuk segera menikah padahal dia belum punya calon, si B yang ceplas ceplos bicara tanpa berpikir dan selalu bertanya “aku ngomong gini, kamu marah ta?”, si C yang sering bertanya “ini murah kan ya?” mencari pengakuan agar kita mengiyakan belanjaannya, si D si perfeksionis yang pintar menghargai orang, si E yang terkadang seperti si A, si B, si C, dan bahkan si D, Chiu teman lab saya yang dengan senang hati selalu menawarkan bantuan padahal ia sendiri susah mengatakannya dalam bahasa inggris hahaha, si Frank teman kelompok saya di kelas yang selalu penasaran dengan Indonesia, dan selalu berusaha mengajari saya menulis mandarin tapi saya tidak kunjung paham, Sorry Frank .

Seperti kata Enya pada salah satu postingan blognya.

“Tapi waktu yang melakukan segalanya, waktu merekatkan saya dengan anak-anak ini. Waktu merenggangkan kecanggungan saya. Waktu menyembuhkan ketakutan saya akan kesalahan bahasa apabila berbicara pada mereka. Lalu pasrah membuat saya sadar betapa beruntungnya saya dipertemukan dengan mereka. Mengenal budaya baru, hal-hal baru, belajar bahasa baru, dan banyak hal baru lainnya”.

Disini saya mulai belajar banyak, banyak sekali. Menjadi mandiri karena saya sangat jauh dari kota kelahiran saya. Memantapkan hati untuk tidak selalu cengeng dalam hal apapun (oke, yang ini memang agak sulit tapi saya sudah mulai belajar). Bertanggung jawab pada diri sendiri karena disini kita tidak bisa selalu bergantung kepada orang lain. Belajar menjadi pendengar yang baik, hei mungkin salah satu kebutuhan penting saat kita jauh dari tanah air adalah teman curhat bukan? bahkan meski saya kurang dapat menceritakan isi hati saya🙂

Jika mengingat semua keberuntungan itu, sepertinya beribu-ribu ucapan syukur pun belum cukup, terimakasih ya Alloh. Ah Tuhan selalu baik padahal saya merasa kurang dan sangat tidak baik dibanding dengan semua kucuran nikmat-Nya.

“Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?”

Dan untuk semua teman yang membantu saya mewarnai hari-hari saya disini dan yang akan datang, Terimakasih.

Dan untuk blog kesayangan saya, saya akan tetap berusaha mengunjungimu, percayalah:mrgreen:

Note

Lab : Laboratorium, hampir semua mahasiswa disini mempunyai lab sesuai dengan bidang minatnya

Penulis:

sooner or later it's over

4 thoughts on “Terima Kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s