Posted in FlashFiction, pelangi senja, Songlit

#Songlit : Pelangi Tak Berjingga

Kemarin aku mendengar berita di TV, para bidadari di kayangan tengah panik karena ada salah satu warna pelangi yag hilang, Jingga katanya. Saat di wawancarai mereka mengatakan bahwa itu adalah komponen utama pada pelangi, tanpa warna itu mereka tak kan pernah bisa turun lagi ke bumi. Jembatan mereka tidak utuh.

Aku tersenyum puas. Bukankah warna pelangi ada 7? kenapa hilang satu saja sudah sebegitu hebohnya? mulai dari TV, koran, radio, bahkan sosial media seperti facebook dan twitter pun ramai membicarakannya. Tidak bisakah meraka, para bidadari yang cantik nan rupawan itu membuat lagi warna jingga yang hilang itu?

Bukankah seperti pelajaran fisika dulu Pelangi terbentuk karena pembiasan sinar matahari oleh tetesan air yang ada di atmosfir?. Ketika sinar matahari melalui tetesan air, cahaya tersebut dibengkokkan sedemikian rupa sehingga membuat warna-warna yang ada pada cahaya tersebut terpisah. Ah para bidadari itu sepertinya tak tau cara membuat pelangi.

Hai Luna, ku beritahu kau satu rahasia, tapi kau harus janji untuk merahasiakannya, setuju?, sebenarnya akulah yang mencuri warna jingga pada pelangi itu.

Bila nanti kita berpisah
Jangan kau lupakan
Kengan yang indah
Kisah kita

Kau tau apa alasannya Luna? Jingga adalah warna favoritmu, aku tak ingin membaginya dengan siapapun, aku ingin menikmatinya sendiri, kalau bisa sih denganmu. Ah iya aku lupa, kita kan sudah berpisah hahaha.

Jika memang kau tak tercipta
Untuk ku miliki
Cobalah mengerti
Yang terjadi

Bila mungkin memang tak bisa
Jangan pernah coba memaksa
Tuk tetap bertahan
Di tengah kepedihan

Banyak orang bilang aku terlalu memaksakan kehendak, tapi sesungguhnya aku tak seperti itu Luna, percayalah. Aku sangat menghargai keputusanmu untuk berpisah bukan? bahkan aku sampai mencuri jingga dari pelangi dan membuat panik para bidadari itu hanya untuk bisa mengingatmu.

Lihatlah Luna jingga itu masih utuh dalam kotak kardus kecil yang aku sembunyikan dalam laci, warnanya semburat keseluruh ruangan, indah. Semakin lama aku pandangi semakin aku jatuh cinta, tidak hanya kepadamu Luna, tapi juga jingga mu. Menurut ramalan cuaca, Sore ini muncul pelangi, aku tak sabar menantikan kemunculan pelangi tanpa jingga itu, hahahaha, ah dan para bidadari itu tak bisa lagi turun ke bumi. Baguslah, aku sebenarnya tidak suka mereka turun kebumi, banyak yang bilang mereka para bidadari itu lebih cantik darimu, padahal menurutku tidak seperti itu. Kamu tetap yang paling cantik Luna.

Jadikan ini
Perpisahan yang termanis
Yang indah dalam hidupmu
Sepanjang Waktu

Luna, aku ingin memberikan jingga ini padamu, sebagai hadiah perpisahan kita. Apa perlu aku memotongnya menjadi dua dan meletakkannya di atas nisanmu? separuh untukku, dan separuh untukmu.

*Tulisan ini dibuat untuk meramaikan songlit untuk Fiqih, Enya, Septi, dan Atut, dari lagu “Perpisahan Termani” oleh Lovarian.

Penulis:

sooner or later it's over

4 thoughts on “#Songlit : Pelangi Tak Berjingga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s