Posted in Awan biru

Letter #1

Dear Sinbe

Apa kabar? Seperti idemu, saat ini aku mulai menulis sebuah surat untukmu. Hahahaha lucu sekali saat mengingat di zaman yang sudah serba moderrn karena menjamurnya berbagai media sosial itu kamu masih mengajak untuk saling berkirim surat. Tapi tak apalah, mungkin bisa jadi alasan untukku bebersih blogku hahaha.

Sesore ini, saat aku menulis surat ini aku sudah menghabiskan 2 gelas kopi, sambil duduk di kursi lab dengan beberapa jurnal dan paper berserakan dalam satu meja. Iya saat aku mulai tak bisa berkonsentrasi dalam mengerjakan apapun itu artinya aku butuh kopi. Dan karena banyaknya pikiran yang menuntut untuk diperhatikan secara bersamaan, otakku meminta asupan kopi lebih banyak dari biasanya. Kamu pernah mendengar pepatah “Coffee, when your brain needs a hug”? Kurasa itu cocok sekali denganku. Kau tau kenapa? Oke aku ceritakan satu-satu

Seperti biasa, Kamis pagi adalah waktunya lab meeting seperti seharusnya. Tapi pagi ini aku kesiangan, aku terlambat 8 menit dan 20 detik, dan aku sudah ditinggalkan. Aku beritahu, tempat lab meetingku selalu berubah setiap kamisnya. jika kau tak datang tepat waktu, daaaarrr kamu bakal ditinggalkan yang artinya kamu tidak tahu dimana tempatnya. Akhirnya aku menghubungi salah satu teman labku yang tidak ikut lab meeting (dia mengikuti kelas bahasa inggris setiap kamis pagi) karena aku anak baru yang pendiam di lab:mrgreen: tak semua aku punya kontaknya. Sambil berlari-lari aku menuju tempat labmeeting seperti kata temanku.

Tak usah tanyakan aku ngapain aja saat lab meeting, selama hampir tiga jam mendengarkan hasil progress teman lab dalam bahasa mandarin, apalagi yang bisa aku lakukan selain melamun dan pura-pura konsentrasi memperhatikan? oke abaikan.

Setelah sese presentasi selesai tiba-tiba saja salah satu Professor (Karena aku punya 3 Proffesor) berkata

“Ilmi, Do you have something to report?.” kata Professor Huang. Dan sukses membuyarkan lamunanku.

“Em…”

“She has already reported the progress to me (dalam bahasa mandarin)” Jawab Professor kedua. Professor Wo Ceng Ke

“Ok, start from next week, How if you also present Β paper review?” Tambah Professor Huang. Apalagi yang bisa aku lakukan selain mengangguk pasrah? Tidak ada.

“Ok Prof.” Jawabku sambil melirik Professor Ke.

Ok, mungkin ini bukan hal yang seberapa untuk sebagian orang, tapi bagiku? oh ayolah… itu cukup membuat aku tidak nafsu makan selain mengkonsumsi kopi berlebih.

Dan besok, aku masih harus bertemu professor Ke untuk melaporkan progressku. Ah betapa banyaknya Professor yang harus aku lapori? hahaha sudahlah bukankah semua itu tidak akan selesai jika hanya dikerjakan dengan keluhan bukan?

Oh ya, ini sudah hampir jam 6 aku harus pulang ke kamar dulu. Udahan dulu ya, Aku tunggu surat balasanmu:mrgreen:

Best Regard

Ilmi

Penulis:

sooner or later it's over

2 thoughts on “Letter #1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s