Posted in abu-abu, Untukmu

Letter #3

Dear Sinbe,

Long time no see be…. (muncul dari kepulan asap)

Sorry, suratmu yang terakhir tak sempat kebalas, berbenturan dengan persiapan pulang, emm maksutku gak ada yang perlu disiapin sih untuk pulang, cuman otakku aja tetiba minta piknik mulu saat ingat pulang wkwkwkw. Oke abaikan be.

Kedua, kenapa suratmu tak kunjung berbalas, karena aku dirumah waktu itu, tadaaa….. susah sekali sinyal disana be, tau nggak sih selama sebulan aku di Indonesia (ceileee) aku menghabiskan sekitar 5Gb kuota internet, Omigosh…. ya ya ya aku tau aku lebay, tapi biasanya gak sebanyak itu, bahkan kuota segiga pun cukup (dulu, sebelum negara api menyerang) sekarang kebiasaan disini dijatah 5Gb per hari dengan kecepatan tanpa bataas wkwkwk aku terlena be, akhirnya tanpa sadar aku mengkonsumsi kuota berlebih hahaha. oke sekali lagi abaikan.

Dan sekarang aku sudah kembali disini, tapi kenapa aku tak kunjung membalas suratmu? begini kronologinya, kamu tahu kan dari kapan hari aku selalu memposting tentang ICE 2016(Indonesian Culture Exhibition)? ya karena aku sibuk mengurusi itu, aku kebagian menjadi Script Writer  untuk malam Culture and Art Performance. mungkin untuk sebagian orang itu urusan kecil, tapi untuk aku yang punya kuantitas otak pas pasan dan ditambah kegalauan di lab serta masih harus latihan tari saman secara rutin, aku merasa ICE2016  seperti beban kuliah 20 sks, berlebihan ya? ah emang kenyataannya gitu kok. hampir tiap malam aku habiskan untuk menemani mereka latihan drama, latihan menari, bahkan urusan lighting di pentas pun aku harus turut serta, simple saja alasannya karena aku yang buat cerita, jadi aku harus memastikan semua persiapan berjalan seperti cerita yang aku buat (itu kata mereka). Masuk akal bukan? masuklah.

dan sekarang taraaaaaa…… aku berhasil menulis surat balasan dari suratmu 360 tahun yang lalu (ini surat apa gerhana matahari total sih?) ahahaha

ah iya…. kamu pernah menanyakan perihal bagaimana islam di negara yang hampir seluruh penduduknya tak beragama ini kan? baiklah akan aku ceritakan. Sesuatu yang paling mencolok untuk seorang muslim sepertiku disini pastilah perihal jilbab, meskipun aku tahu sudah banyak orang muslim berjilbab yang datang ke negri ini, tapi itu tetap tidak menyurutkan ketertarikan mereka dengan jilbab. Pernah suatu hari teman lab ku bertanya :

“Ilmi, can i ask something?” dengan muka kikuk

“ya?”

“emm…. why do you wear that? do Indonesian always wear that?” sambil menunjuk pada jilbab. aku bingung memilih kata.

“it’s called hijab, i wear this because i am moslem not because i am Indonesian, every moslem girl in the world need to wear this, but not all of Indonesian are moslem, do you get it?”

“ah ya okay” sambil nyengir bingung.

itu baru teman lab ku, belum dengan teman yang aku jumpai di kelas, atau sekedar berpapasan di lift. ahahaha mungkin aku, kami yang berjilbab disini terlihat aneh dimata mereka. Tapi syukurlah aku selalu bertemu dengan orang-orang baik, mereka bisa menerima segala perbedaan seperti jilbab, dan termasuk kebiasaanku yang harus naik ke atap sehari 3 kali untuk sholat (Dhuhur, Ashar, Magrib). Romantis kan? Sholat aja di atap wkwkwk, gimana gak mau di atap, tempat sepi dan paling aman dari jangkauan penduduk yang penasaran hanyalah di atap wkwkwk.

Ah sinbe sepertinya aku terlalu banyak ngomong. oke be sekarang gantian kamu yang cerita bagaimana pengalamanmu menjadi kepala sekolah? kalo aku, kalo aku nih? pasti sudah melambaikan tangan ke kamera. ah ternyata aku masih punya banyak teman keren ya hahaha

eh udah magrib, udah dulu ya……

Best Regard

 Ilmi…

Penulis:

sooner or later it's over

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s