Posted in Awan biru, FlashFiction

Apa Kabar, Luna?

luna

Setelah sekian tahun menghilang, kau kembali.

Waktu itu langit biru sangat cerah, awan-awan putih seakan berkejar-kejaran membuat pemandangan langit semakin kontras warnanya. Kamu tahu apa yang sangat aku suka dari pagi yang sejuk seperti ini meski orang mulai jarang beraktifitas?, ya angin sepoi-sepoi yang dikabarkan akan membesar menjelma topan sore nanti. Angin berhembus perlahan, tidak, ia semakin kencang, pelan tapi cukup kuat untuk mengayun-ayunkan dedaunan selayaknya menari. Orang akan berpikir aku gila, berbaring diatap, memejamkan mata, menikmati hembusan angin.

Dan kau datang.

Aku tak tahu seberapa lama kamu berdiri mengamatiku. Aroma teh dari tubuhmu yang selalu aku suka membuatku semakin tak ingin membuka mata.

“Mau sampai kapan tidur disini?” Katamu yang membuatku mempertanyakan kesadaranku. Aku menggosok-gosok mataku tak percaya dengan apa yang dihadapanku.

“Hey, Aku tanya mau sampai kapan tidur disini?”

“Kamu nyata, Tara?” aku membuka mata selebar-lebarnya. Kamu tersenyum

“Apa kabar, Luna?” Kau memelukku rindu, seolah tak ingin pergi lagi. Aku tersenyum.

“Aku tidak baik.”

***

Ting tong…

Suara notifikasi facebook membangunkanku.

“Sial, siapa sih yang chat tengah malam begini? mengacaukan mimpiku saja.” Aku meraih ponsel dan membuka pesan yang masuk.

From : Tara

Apa kabar, Luna?

Penulis:

sooner or later it's over

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s